Revitalisasi Benteng Keraton Kartasura: Batu Bata Khusus, Dikerjakan dengan Teknik Gosok

oleh -306 Dilihat
oleh

Revitalisasi Benteng Cepuri Kartasura, Batu Bata Kuno Dipesan Khusus Demi Pertahankan Keaslian Situs Sejarah

Revitalisasi Benteng Keraton Kartasura: Batu Bata Khusus, Dikerjakan dengan Teknik Gosok

Berita Surakarta – Upaya pelestarian cagar budaya kembali dilakukan di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Saat ini, proses revitalisasi Benteng Cepuri di kawasan Situs Benteng Keraton Kartasura tengah berlangsung intensif. Proyek ini menjadi bagian dari rencana besar untuk menjaga keutuhan warisan sejarah Keraton Kartasura, salah satu peninggalan penting dalam perjalanan panjang Kesultanan Mataram.

Revitalisasi struktur bangunan benteng tersebut difokuskan pada upaya mempertahankan bentuk dan tampilan aslinya sebagaimana saat benteng ini pertama kali berdiri pada abad ke-18. Petugas Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jateng–DIY, Teguh Widodo, menjelaskan bahwa dalam pengerjaannya, tim pelestari menggunakan batu bata dengan ukuran khusus yang dipesan langsung dari pengrajin.

“Ini revitalisasi dan kita kembalikan seperti aslinya. Nanti atasnya itu rata,” ujar Teguh saat ditemui di lokasi, Senin (6/10/2025).

Batu bata tersebut dibuat secara khusus untuk meniru karakteristik material asli benteng. Ukurannya cukup besar, yakni panjang 36 cm, lebar 17 cm, dan tebal 6 cm. Menurut Teguh, ukuran ini harus disesuaikan dengan batu-batu bata asli yang masih bertahan di beberapa bagian dinding benteng.

“Batu bata lama memiliki dimensi yang tidak umum lagi diproduksi saat ini. Karena itu, kami memesan secara khusus agar bentuknya serupa. Ini penting supaya struktur revitalisasi tidak merusak keaslian arsitektur bangunan,” tambahnya.

Selain pengembalian struktur fisik, proses revitalisasi juga mencakup pembersihan area sekitar benteng dari vegetasi liar, penguatan pondasi, dan pengawasan ketat agar tidak ada bentuk modifikasi modern yang mengubah wajah asli situs bersejarah ini. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap oleh tim konservasi dengan melibatkan ahli arkeologi, tukang bangunan tradisional, serta dukungan masyarakat setempat.

Benteng Cepuri Kartasura sendiri merupakan bagian dari bekas kompleks Keraton Kartasura, yang pernah menjadi pusat pemerintahan Mataram Islam sebelum berpindah ke Surakarta. Nilai historis situs ini sangat tinggi, karena menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah Jawa, termasuk masa transisi politik dan peperangan.

Pemerintah melalui BPK Wilayah X berharap revitalisasi ini dapat memperkuat fungsi situs sebagai ruang edukasi sejarah, destinasi wisata budaya, sekaligus simbol identitas masyarakat setempat. Setelah tahap revitalisasi selesai, kawasan ini direncanakan akan dilengkapi dengan papan informasi sejarah, jalur wisata edukatif, serta program pelibatan komunitas budaya.

“Harapan kami, Benteng Cepuri Kartasura bisa menjadi ruang belajar terbuka bagi generasi muda dan menjadi daya tarik wisata sejarah yang lebih tertata,” ujar Teguh.

Dengan langkah pelestarian yang hati-hati dan terukur ini, pemerintah dan masyarakat berharap warisan sejarah Keraton Kartasura dapat terus terjaga, bukan hanya sebagai sisa bangunan tua, melainkan sebagai bukti nyata perjalanan panjang sejarah Jawa.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.