Dosen UMS raih hibah penelitian internasional dari Sylff Research Grant tahun 2026

oleh -450 Dilihat
oleh

Dosen UMS Raih Hibah Penelitian Internasional dari Sylff Research Grant 2026

Berita Surakarta — Salah satu dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional dengan berhasil meraih hibah penelitian internasional Sylff Research Grant (SRG) 2026.

Dosen Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan UMS, Obby Taufik Hidayat, Ph.D., berhasil lolos pada program hibah penelitian bergengsi yang diselenggarakan oleh The Ryoichi Sasakawa Young Leaders Fellowship Fund (Sylff). Program ini memberikan kesempatan bagi para akademisi muda dari berbagai negara untuk mengembangkan proyek penelitian dengan dampak sosial yang signifikan dan inovatif.

“Hibah ini diberikan kepada peneliti yang memiliki proyek unggulan, bersifat inovatif, dan berpotensi memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan global yang berkelanjutan,” kata Obby.


Seleksi Ketat dan Fokus Penelitian

Obby berhasil lolos setelah melewati proses seleksi yang ketat dan kompetitif, bersaing dengan akademisi muda dari berbagai negara. Penelitian yang diajukan berfokus pada service learning di kawasan Asia Tenggara, termasuk di Malaysia, Singapura, Jepang, dan Indonesia.

Menurut Obby, konsep service learning masih relatif baru di Indonesia.

“Di Indonesia, istilah service learning termasuk belum begitu familiar. Kebanyakan teori dan konsepnya berasal dari negara-negara Barat, misalnya Amerika Serikat atau Italia, yang kini juga diadopsi oleh Singapura dan Malaysia untuk kawasan Asia Tenggara. Di negara-negara tersebut, pedagogi service learning sudah menjadi bagian dari kurikulum pendidikan tinggi mereka,” jelasnya.

Di Indonesia, pedagogi yang paling mirip dengan service learning adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN). Namun, Obby menekankan bahwa KKN belum sepenuhnya memenuhi filosofi dan prinsip service learning karena belum sepenuhnya mengintegrasikan pengalaman sosial nyata dengan pembelajaran akademik yang reflektif.

“KKN memang mengandung unsur pengabdian masyarakat, tetapi belum cukup memenuhi aspek-aspek pedagogi service learning, yang menekankan kolaborasi, refleksi akademik, dan pemberdayaan komunitas secara berkelanjutan,” tambahnya.


Manfaat dan Dampak Penelitian

Hibah ini memungkinkan Obby untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai implementasi service learning di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara. Tujuannya adalah merumuskan model pedagogi yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan tinggi Indonesia, sehingga mahasiswa tidak hanya belajar teori tetapi juga mampu memberikan kontribusi sosial nyata di masyarakat.

Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi perguruan tinggi di Indonesia untuk mengembangkan program service learning yang lebih terstruktur dan berdampak luas, serta meningkatkan kolaborasi internasional antara akademisi muda di Asia Tenggara.

“Saya berharap penelitian ini dapat membuka jalan bagi adopsi pedagogi service learning secara lebih luas di Indonesia, sekaligus memperkuat pengalaman belajar mahasiswa melalui praktik nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Obby.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.