Gerakan Pangan Murah Hadir di Kecamatan Serengan untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan

oleh -267 Dilihat
oleh

Icon

Berita Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Dispangtan) terus memperkuat langkah strategis untuk menjaga kestabilan harga sekaligus menjamin ketersediaan pangan pokok bagi masyarakat. Upaya ini menjadi sangat penting mengingat fluktuasi harga pangan seringkali menjadi faktor utama pemicu inflasi daerah serta berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat kecil dan menengah.

Salah satu bentuk nyata kebijakan tersebut adalah penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar secara rutin dan merata di berbagai kecamatan di Kota Surakarta. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana distribusi pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam pengendalian inflasi daerah dan peningkatan ketahanan pangan.

Pada Rabu (10/09/2025), Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani melakukan peninjauan langsung pelaksanaan GPM di Kecamatan Serengan. Dalam kunjungannya, Astrid menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat, terutama bagi kelompok rumah tangga dengan pendapatan terbatas yang paling rentan terhadap lonjakan harga pangan.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau. Program ini juga menjadi upaya konkret untuk menjaga kestabilan ekonomi daerah melalui pengendalian harga pangan,” ujar Astrid saat memberikan keterangan kepada awak media.

Kegiatan GPM terselenggara melalui sinergi berbagai pihak, mulai dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), distributor pangan, pelaku usaha lokal, kelompok tani, hingga mitra swasta strategis lainnya. Komoditas yang disediakan dalam kegiatan ini cukup beragam dan mencakup bahan-bahan pokok yang paling sering mengalami fluktuasi harga, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, daging ayam, cabai, bawang merah, bawang putih, serta aneka sayur mayur segar hasil petani lokal.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari panjangnya antrean warga yang datang sejak pagi. Banyak warga mengaku terbantu dengan adanya GPM karena selisih harga cukup signifikan dibandingkan harga pasar. Misalnya, harga beras dan minyak goreng di GPM bisa lebih murah 10–20 persen dari harga pasaran. Kondisi ini tentunya meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Kepala Dispangtan Kota Surakarta Dwi Hartanto menambahkan, program ini akan terus digelar secara berkelanjutan dan merata di seluruh kecamatan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas. Selain menjaga ketersediaan pangan, GPM juga menjadi sarana mempertemukan petani dan pelaku usaha lokal dengan konsumen secara langsung, sehingga rantai distribusi lebih pendek dan harga lebih efisien.

“GPM bukan sekadar kegiatan sesaat, tapi merupakan bagian dari strategi besar pemerintah kota dalam menjaga stabilitas pangan, mendukung petani lokal, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Dispangtan juga merencanakan untuk memperluas cakupan komoditas dan menambah frekuensi pelaksanaan GPM, khususnya menjelang hari-hari besar keagamaan atau momen ketika harga pangan biasanya melonjak. Dengan cara ini, Pemkot Surakarta berharap dapat menekan gejolak harga secara signifikan dan menciptakan pasar pangan yang sehat, stabil, dan berkeadilan.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam program stabilisasi pasokan dan harga pangan. Melalui kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kota Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan baik.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.