Video Viral: Anak STM Terlihat Santai di Atas Gerbong Kereta Batu Bara
Dalam video yang beredar luas di TikTok dan X (Twitter), terlihat beberapa remaja berseragam STM berdiri dan duduk di atas gerbong kereta batu bara yang sedang melaju. Mereka tampak tanpa rasa takut, bahkan saling merekam aksi tersebut sambil tertawa.
Video tersebut sontak menuai banyak komentar dari warganet. Banyak yang mengecam aksi itu sebagai tindakan nekat dan membahayakan nyawa, sementara sebagian lainnya mempertanyakan kurangnya pengawasan terhadap jalur kereta di wilayah tersebut.
KAI: Aksi Ini Sangat Berbahaya dan Tidak Boleh Ditiru
Pihak KAI segera memberikan tanggapan resmi setelah video tersebut viral. Juru bicara KAI menegaskan bahwa tindakan menumpang kereta barang tanpa izin adalah pelanggaran hukum dan dapat mengancam keselamatan pelakunya.
“Kereta barang tidak didesain untuk mengangkut manusia. Aksi seperti itu sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal,” ujarnya dalam pernyataan tertulis.
KAI juga memastikan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan kepolisian dan pemerintah daerah untuk melakukan penertiban serta meningkatkan patroli di jalur-jalur rawan.
Kronologi Aksi Nekat di Atas Gerbong Batu Bara
Berdasarkan informasi warga, insiden tersebut terjadi di jalur kereta wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Gerbong batu bara yang melintas dengan kecepatan sedang tiba-tiba dinaiki oleh beberapa remaja yang diduga berasal dari sekolah menengah kejuruan (STM) setempat.
Para remaja tersebut naik di titik yang tidak terpantau petugas, kemudian merekam aksi mereka sambil berdiri, duduk, dan berjalan di atas gerbong. Video itu diunggah ke media sosial dan dalam beberapa jam langsung tersebar luas.
Baca Juga
- Mengapa Keselamatan Transportasi Penting?
- Sejarah dan Operasional Kereta Api di Indonesia
- Bahaya Naik Kereta Barang Tanpa Izin
Bahaya Fatal Menumpang Kereta Barang Tanpa Izin
Kereta barang seperti pengangkut batu bara memiliki risiko yang jauh lebih tinggi dibanding kereta penumpang. Berikut sejumlah bahaya yang dapat terjadi:
- Tidak ada tempat pegangan atau pijakan aman, membuat penumpang ilegal sangat mudah terpeleset.
- Resiko tersengat listrik dari jaringan listrik aliran atas (LAA) yang bisa menyebabkan luka parah atau kematian seketika.
- Guncangan gerbong yang tidak stabil dapat membuat seseorang terjatuh di tengah rel.
- Tidak ada pengawasan atau perlindungan dari petugas.
Bahkan, sejumlah kasus di masa lalu menunjukkan bahwa aksi menumpang kereta barang sering berujung pada cedera berat hingga kehilangan nyawa.
Warga dan Warganet Beri Respons Beragam
Insiden ini memicu keprihatinan warga setempat. Banyak orang tua mengimbau agar sekolah dan aparat lebih tegas dalam memberi edukasi kepada pelajar—terutama terkait keselamatan di sekitar jalur kereta.
Di sisi lain, banyak warganet meminta aparat melakukan penertiban ke sekolah-sekolah yang siswanya diduga terlibat.
Upaya KAI dan Polisi: Penertiban Jalur Akan Ditingkatkan
KAI menyatakan telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. Patroli akan diperketat, terutama pada jam-jam rawan pelajar berkumpul dekat rel kereta.
KAI juga mendorong masyarakat untuk melaporkan jika melihat aktivitas berisiko di jalur kereta, termasuk upaya menaiki gerbong kereta barang.
Kesimpulan
Peristiwa viral anak STM di Lampung yang menumpang kereta batu bara menjadi pengingat bahwa media sosial tidak boleh digunakan untuk mengabadikan aksi berbahaya. Keselamatan harus diutamakan, terlebih kereta barang bukan sarana untuk ditumpangi manusia.
Apa pun motifnya—iseng, uji nyali, atau sekadar konten—tindakan tersebut sangat tidak dianjurkan dan dapat berujung fatal.
Kategori: Tren, Peristiwa, Transportasi, Lampung
