Jumlah korban jiwa akibat banjir besar di Sumatera kembali bertambah.
Tim gabungan menemukan beberapa korban baru di wilayah yang sebelumnya terisolasi.
Selain itu, kondisi cuaca yang belum stabil membuat proses pencarian semakin sulit.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah menyebut bahwa sebagian besar korban ditemukan di daerah cekungan yang tergenang hingga beberapa hari.
Oleh karena itu, pemerintah daerah meminta warga tetap menjauhi zona bahaya.
Langkah ini penting untuk mencegah korban tambahan.
Evakuasi Terhambat Cuaca
Hujan deras yang turun sejak dini hari membuat air kembali naik di beberapa titik.
Petugas SAR harus menggunakan perahu karet untuk menjangkau daerah terpencil.
Sementara itu, arus sungai yang cukup deras menghambat proses evakuasi.
Menurut laporan lapangan, beberapa akses jalan masih tertutup lumpur tebal.
Karena itu, bantuan logistik harus dikirim menggunakan jalur alternatif.
Ribuan Warga Masih Mengungsi
Hingga pagi ini, ribuan warga masih bertahan di pos pengungsian.
Mereka membutuhkan air bersih, obat-obatan, serta perlengkapan tidur.
Pemerintah daerah bekerja sama dengan berbagai lembaga untuk mempercepat distribusi bantuan.
Selain itu, tenaga kesehatan terus memantau risiko penyakit kulit dan infeksi pernapasan.
Kondisi lingkungan yang lembap membuat potensi penyakit meningkat.
Respons Pemerintah
Pemerintah pusat menegaskan bahwa penanganan bencana akan berlangsung tanpa henti.
Selain itu, mereka menambah alat berat untuk mempercepat pembersihan lumpur.
Pemerintah juga memastikan proses identifikasi korban berjalan sesuai prosedur.
Untuk mengetahui latar tentang lokasi bencana, pembaca dapat melihat informasi wilayah di Wikipedia.
Kesimpulan
Korban jiwa banjir Sumatera kembali bertambah, dan proses evakuasi masih berlangsung.
Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan resmi.
Selain itu, pemerintah dan tim penyelamat terus bekerja untuk memulihkan situasi.

