Kolaborasi Bank Jateng dan SMKN 1 Surakarta

oleh -257 Dilihat
oleh

Kolaborasi Bank Jateng dan SMKN 1 Surakarta

Berita Surakarta – Upaya meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar terus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk sektor perbankan. Salah satu langkah nyata ditunjukkan oleh Bank Jateng Cabang Koordinator Surakarta, yang menjalin kolaborasi strategis dengan SMK Negeri 1 Surakarta. Sinergi tersebut ditandai dengan peluncuran Mini Bank Akuntansi pada Senin (1/9/2025), sebuah inisiatif yang terintegrasi dengan program Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor) milik Bank Jateng. Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen lembaga keuangan daerah tersebut dalam mendorong literasi serta inklusi keuangan sejak dini.

Laboratorium Perbankan di Sekolah

Mini Bank Akuntansi berfungsi sebagai laboratorium mini yang memungkinkan para siswa untuk berlatih dan memahami operasional perbankan secara langsung. Para siswa dapat belajar mengenai berbagai proses keuangan mulai dari transaksi dasar hingga layanan perbankan modern.

Fasilitas ini dilengkapi dengan layanan Agen Laku Pandai yang memungkinkan masyarakat dan civitas sekolah melakukan transaksi seperti penarikan dan setoran tunai, pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), tagihan PDAM, dan listrik. Kehadiran mini bank ini diharapkan mampu mendekatkan dunia industri dengan dunia pendidikan.

Guru SMKN 1 Surakarta, Sigit, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi tersebut.

“Acara ini sangat berarti bagi kita semua. Ini bukan sekadar peresmian fasilitas, tetapi sebuah peluang besar bagi siswa untuk mengenal dan mengoptimalkan sarana belajar perbankan kita,” ujarnya penuh semangat.

Komitmen Bank Jateng untuk Literasi Keuangan

Pemimpin Bidang Pemasaran Bank Jateng Cabang Koordinator Surakarta, Cahya Imanuddin Firmansyah, menegaskan bahwa pihaknya telah menyediakan seluruh sarana pendukung agar fasilitas ini benar-benar dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Kami sudah memberikan fasilitas lengkap Agen Laku Pandai yang dapat dimanfaatkan oleh siswa, guru, dan masyarakat sekitar. Ini mencakup layanan transaksi penarikan, setoran, pembayaran PBB, serta transaksi lainnya,” jelasnya.

Menurut Cahya, kehadiran mini bank ini tidak hanya memberi manfaat praktis bagi pelajar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membentuk ekosistem literasi keuangan yang kuat di tingkat sekolah.

Sinergi Dunia Pendidikan dan Industri

Program Mini Bank Akuntansi menjadi contoh nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor industri. Melalui pengalaman langsung, para siswa diharapkan mampu memahami proses keuangan dengan lebih komprehensif serta memiliki bekal keterampilan yang relevan ketika terjun ke dunia kerja, terutama di bidang perbankan dan keuangan.

Selain itu, masyarakat sekitar sekolah juga dapat merasakan manfaatnya secara langsung. Fasilitas layanan perbankan yang lebih mudah dijangkau akan memperkuat inklusi keuangan di lingkungan sekolah dan komunitas sekitar.

Mendorong Inovasi di Era Digital

Bank Jateng menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi di tengah perkembangan teknologi finansial yang pesat. Program Mini Bank Akuntansi ini diharapkan menjadi langkah awal dari berbagai bentuk kerja sama lainnya dengan lembaga pendidikan, terutama di wilayah Jawa Tengah.

“Di era digital yang terus berkembang, kami ingin memastikan kehadiran Bank Jateng tidak hanya sebatas lembaga keuangan, tetapi juga mitra strategis bagi dunia pendidikan dan masyarakat,” ujar Cahya menutup.

Dengan adanya Mini Bank Akuntansi, Bank Jateng berharap generasi muda dapat tumbuh dengan pemahaman keuangan yang baik, mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi finansial, dan berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi daerah maupun nasional.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.