Gandeng ISI Surakarta, USB Gelar Workshop Pemanfaatan Limbah Organik

oleh -86 Dilihat
oleh

Tim dari Universitas Setia Budi (USB) memberikan pelatihan cara membuat minuman fermentasi dari kulit buah kopi atau cascara.(SMSolo/dok)

Berita Surakarta – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi (USB) Surakarta bekerja sama dengan tim dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menyelenggarakan sebuah workshop bertajuk “Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi (Cascara) dan Pembuatan Batik Ecoprint” di Dusun Demping, Desa Anggrasmanis, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) yang secara rutin digelar sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi lintas disiplin antara bidang kesehatan, lingkungan, dan seni.

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan USB, Dr. Dian Kresnadipayana, menjelaskan bahwa pelatihan ini didesain untuk memberikan wawasan baru kepada warga setempat mengenai cara memanfaatkan limbah organik—khususnya kulit kopi—agar menjadi produk yang lebih bernilai. Cascara atau kulit kopi, yang selama ini kerap dianggap limbah, sebenarnya memiliki potensi ekonomi cukup tinggi jika diolah menjadi bahan minuman, pewarna alami, hingga produk kerajinan.

Menurut Dian, kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik, tetapi juga mendorong tumbuhnya kreativitas dan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan. Melalui pendekatan seni, masyarakat diperkenalkan pada teknik ecoprint, yakni metode membatik yang memanfaatkan unsur alam seperti daun, bunga, dan kulit kopi sebagai sumber motif serta pewarna.

Ia menambahkan bahwa penggabungan ilmu kesehatan, teknologi pengolahan limbah, dan seni visual memberi peluang besar bagi masyarakat untuk menciptakan produk ramah lingkungan yang memiliki daya jual tinggi. “Harapannya, warga Dusun Demping tidak hanya memahami pentingnya keberlanjutan lingkungan, tetapi juga dapat mengembangkan usaha kecil dan meningkatkan ekonomi keluarga melalui produk-produk kreatif berbahan dasar limbah organik,” ujarnya.

Tim ISI Surakarta dalam kesempatan ini turut memberikan pendampingan langsung mengenai tahapan teknik ecoprint, mulai dari proses menyiapkan bahan, membuat komposisi motif, hingga teknik pengukusan untuk menghasilkan warna yang stabil. Beberapa peserta bahkan berhasil menghasilkan lembar kain ecoprint dengan motif khas dedaunan lokal yang dinilai memiliki nilai estetika tinggi.

Kepala Dusun Demping menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama kelompok ibu rumah tangga dan pelaku UMKM yang ingin memanfaatkan bahan alami di sekitar mereka untuk menghasilkan produk kreatif dan ekonomis.

Dengan adanya pendampingan berkelanjutan dari USB dan ISI Surakarta, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan keterampilan ini menjadi kegiatan ekonomi produktif, sekaligus menjadi contoh penerapan seni ramah lingkungan di wilayah pedesaan.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.